Bg

Berita - IAIN Surakarta

SOSIALISASI AKREDITASI PROGRAM STUDI 9 KRITERIA dan METODE PENYUSUNAN EVALUASI DIRI

4 April 2019

Yang terpenting dalam setiap proses akreditasi adalah konsistensi dalam penjaminan mutu dan juga tidak lanjut dari segala evaluasi yang didapatkan. Demikianlah sambutan Wakil Rektor 2 IAIN Surakarta dalam agenda Sosialisasi Akreditasi Program Studi 9 Kriteria dan Metode Penyusunan Evaluasi Diri yang diinisiasi oleh Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Surakarta. Acara yang berlangsung pada tanggal 4 April 2019 ini dihadiri oleh seluruh pemegang kebijakan institute, khususnya para Dekan dan Ketua Prodi di lingkungan IAIN Surakarta. Kepentingan acara ini adalah sosialisasi instrument akreditasi 9 kriteria yang bakal diaplikasikan segera dalam pengajuan akreditasi prodi maupun perguruan tinggi kedepannya. Dengan adanya acara ini, diharapkan seluruh jajaran fakultas dan prodi bisa lebih mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan guna kepentingan akreditasinya masing-masing.
Acara yang dilaksanakan di Hotel Syari’ah Solo ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama adalah penjelasan dan sosialisasi terkait instrument akreditasi 9 kriteria oleh Ketua LPM IAIN Surakarta. Dalam penjelasannya Dr. Muh. Nashiruddin, M. A, M. Ag mengatakan bahwa keterukuran tiap kriteria Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan hal yang sangat penting dalam penyusunan borang akreditasi program studi. Hal ini mengacu pada data kongkrit dalam penjaminan mutu, sehingga semua kebijakan bisa jelas dan tindak lanjut dari setiap program juga evaluasi bisa dihadirkan buktinya.
Pada sesi selanjutnya, Dr. Waryunah Irmawati, M. Hum selaku sekretaris LPM menjelaskan terkait metode penyusunan dokumen evaluasi diri dalam proses akreditasi program studi. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa pengumpulan data dan fakta merupakan hal yang sangat penting dalam proses penyusunan laporan evaluasi diri. Pelaksanaan evaluasi diri secara berkala dan berkesinambungan seharusnya menjadi suatu kebiasaan dalam menajemen perguruan tinggi sehingga terbangun tradisi yang baik dalam pengelolaan dan pengembangan institusi. Ketika tradisi ini telah terbangun, maka usaha untuk perbaikan proses dan mencari berbagai alternative proses yang lebih baik sangat mudah dilakukan.
Pada tiap sesi acara lebih ditekankan adanya dialog dengan para peserta. Hal ini guna menajamkan pemahaman sekaligus menyamakan persepsi terkait dengan penyususnan dokumen akreditasi program studi dan laporan evaluasi dirinya. Banyak peserta yang saling menymbangkan pemikirannya pada acara ini, seperti ketua LP2M IAIN Surakarta, Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra, dan lainnya. Dr. Imam Makruf, M. Pd, selaku peserta dari ketua jurusan Magister Manajemen Pendidikan Islam mengusulkan untuk diselenggarakannya workshop lanjutan dari acara ini secara intensif sehingga bisa lebih maksimal hingga pada tahap praktiknya.
Akhirnya acara ditutup dengan perfotoan bersama antara tim LPM IAIN Surakarta dan peserta.